Monday, December 30, 2013

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan ini terjadi sebagai reaksi terhadap suatu masalah. Ada kesenjangan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diinginkan, dan hal ini menuntut pertimbangan arah tindakan yang dipilih (Robbins, 1996). Seseorang yang telah mengambil keputusan, dengan demikian dapat diartikan ia telah melakukan pemilihan terhadap alternatif-alternatif yang ditawarkan kepadanya. Hal yang tidak dapat dipungkiri adalah kemungkinan atau pilihan yang tersedia bagi tindakan itu dibatasi oleh kondisi dan kemampuan orang-perorangan, lingkungan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan fisik dan aspek psikologis (Roepke, 1982). Berdasarkan uraian di atas, maka diketahui bahwa pengambilan keputusan itu berkaitan dengan alternatif yang dihadapi individu (terutama pemecahan masalah) dan pilihan yang diambil individu terhadap alternatif yang ada. Setiap individu memiliki kondisi yang berbeda-beda, hal ini mempengaruhi atau ikut menentukan pilihan yang ada pada individu. Pengawas harus memperhatikan lingkungan internal dan eksternal dalam mengambil suatu keputusan. Pertanyaannya; bagaimanakah menentukan kondisi sesuai lingkungan internal dan eksternal?

2. Proses Pengambilan Keputusan
Memilih dan mengambil keputusan merupakan dua tindakan yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Dalam sepanjang hidupnya manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan atau alternatif dan pengambilan
keputusan (Simatupang, 1986). Hal ini sejalan dengan teori real life choice, yang menyatakan dalam kehidupan sehari-hari manusia melakukan atau membuat pilihan-pilihan di antara sejumlah alternatif. Pilihan-pilihan tersebut biasanya
berkaitan dengan alternatif dalam penyelesaian masalah (Gladwin, 1980). Matlin (1998), pada penjelasan berikutnya, juga menyatakan bahwa situasi pengambilan keputusan yang dihadapi seseorang akan mempengaruhi
keberhasilan suatu pengambilan keputusan. Tahap berikutnya setelah seseorang berada dalam situasi pengambilan keputusan adalah tindakan untuk memprtimbangkan, menganalisa, melakukan prediksi, dan menjatuhkan pilihan
terhadap alternatif yang ada. Dalam tahap ini reaksi individu yang satu dengan  yang lain berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Ada beberapa individu dapat segera menentukan sikap terhadap pertimbangan yang telah dilakukan, namun ada individu lain yang nampak mengalami kesulitan untuk menentukan sikap mereka. Tahap ini dapat disebut sebagai tahap penentuan keberhasilan dari suatu proses pengambilan keputusan (Matlin, 1998).

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan  Dalam prakteknya ternyata ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Siagian (1991) menyatakan bahwa ada aspek-aspek tertentu bersifat internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Adapun aspek internal tersebut antara lain :
a. Pengetahuan
Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang secara langsung maupun tidak  langsung akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Biasanya semakin luas pengetahuan seseorang semakin mempermudah pengambilan
keputusan.
b. Aspek kepribadian
Aspek kepribadian ini tidak nampak oleh mata tetapi besar peranannya bagi pengambilan keputusan.
Aspek eksternal dalam pengambilan keputusan, antara lain :
a. Kultur
Kultur yang dianut oleh individu bagaikan kerangka bagi perbuatan individu. Hal ini berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan.
b. Orang lain
Orang lain dalam hal ini menunjuk pada bagaimana individu melihat contoh atau cara orang lain (terutama orang dekat ) dalam melakukan pengambilan keputusan. Sedikit banyak perilaku orang lain dalam mengambil keputusan
pada gilirannya juga berpengaruh pada perilkau individu dalam mengambil keputusan. Arroba (1998) menyatakan ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang, antara lain :
a. Informasi yang diketahui perihal permasalahan yang dihadapi
b. Tingkat pendidikan c.  Personality
d.  Coping, dalam hal ini dapat berupa pengalaman hidup yang terkait dengan permasalahan (proses adaptasi).
e.  Culture

4. Menjadi Problem Solver
Seorang pemimpin  pendidikan berkualitas harus mampu menjadi pemecah masalah bagi dirinya dan orang lain. Ini merupakan konsekuensi logis sebagai seorang pemimpin dan pengawas pendidikan, karena mau tidak mau, suka tidak suka, ia harus berani mengambil keputusan. Karena posisinya sebagai problem solver, ia harus benar-benar memiliki daya analisis yang tinggi, sehingga keputusan yang diambilnya sudah dipertimbangkan secara  matang. Hal ini dapat dilakukan melalui studi kasus, pengamatan, maupun wawancara terfokus. Problem solver berkaitan dengan fungsi seseorang  dalam kompetensi dengan bagaimana memecahkan persoalan atau masalah yang dihadapi oleh pihak lain.  Problem solver adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang  berkaitan dengan bagaimana memecahkan masalah (problem solving). Sebagai problem solver atau orang yang berperan memfasilitasi bagaimana memecahkan masalah atau persoalan, seorang manajer konflik harus bisa mengelola  bagaimana konflik yang terjadi di lingkup organisasi pendidikan. Penyelesaian konflik harus bersifat fungsional yang akan mempunyai dampak pada pertumbuhan kreativitas antara anggota yang terlibat, peningkatan kinerja kelompok, dorongan terjadinya persaingan yang sehat, dan kesediaan menerima perbedaan-perbedaan dalam diri anggota kelompok dan organisasi pendidikan.  Pemecahan Masalah Secara Analitis dan Kreatif. Pengawas sebagai problem solver menjalankan fungsi yang kompleks sehingga harus memiliki kreativitas dalam memecahkan masalah dan mengembangkan alternatif penyelesaiannya. Tahapan berpikir kreatif dapat dilalui melalui: a. Tahap pertama yaitu orientasi masalah, yaitu merumuskan masalah dan mengindentifikasi aspek aspek masalah tersebut. dalam prospeknya, sipemikir mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang dipikirkan.
b. Tahap kedua yaitu preparasi, pikiran harus mendapat sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah tersebut. Kemudian informasi itu diproses untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pada tahap orientasi.
c. Tahap ketiga yaitu inkubasi. Ketika pemecahan masalah mengalami kebuntuan maka biarkan pikiran beristirahat sebentar. Sementara itu pikiran bawah sadar kita akan bekerja secara otomatis untuk mencari pemecahan
masalah.
d. Tahap ke empat yaitu iluminasi, proses inkubasi berakhir , karena si pemikir mulai mendapatkan ilham serta serangkaian pengertian  (insight) yang dianggap dapat memecahkan masalah.
e. Tahap ke lima yaitu verifikasi, yaitu melakukan pengujian atas pemecahan masalah tersebut, apabila gagal maka tahapan sebelummnya harus di ulangi lagi. Profesi sebagai pengawas sekolah menuntut kemampuan tinggi untuk
memecahkan masalah dengan benar dan cepat. Sebuah contoh, seorang pengawas tidak memiliki pemahaman yang  benar tentang perannya, sehingga bagaimana mungkin dia bisa  menjalankan tugasnya dengan benar. Kemungkinan yang terjadi adalah kesalahpahaman.  Sering kita mendengar perilaku pengawas yang datang ke sekolah, duduk di ruang kepala sekolah, menulis  laporan supervisi di buku supervisi walaupun dia tak pernah masuk ke kelas untuk melihat guru mengajar. Dia juga tentu tidak memahami apa yang diharapkan guru dan kepala sekolah selaku pihak yang disupervisi. Gaya pengawas dalam mengambil keputusan seringkali menentukan kelancaran organisasi pendidikan dan penyelesaian berbagai masalah.
5.   Gaya Pengambilan Keputusan
Pengertian Gaya Pengambilan Keputusan Salah satu pengertian penting berkaitan dengan masalah pengambilan
keputusan ini, yaitu dalam aktifitas sehari-hari manusia tidak bisa terlepas dari proses pengambilan keputusan (Matlin, 1998). Pengertian penting lainnya yaitu berkaitan dengan keunikan atau keanekaragaman pengambilan keputusan
antara individu yang satu dengan individu yang lain. Dalam hal mengambil keputusan, antar individu yang satu dengan individu yang lain melakukan pendekatan dengan cara yang tidak sama. Jadi ada gaya yang berbeda-beda
antar individu yang satu dengan yang lain dalam melakukan pengambilan keputusan (Brigham Young University, 1999).
Gaya pengambilan keputusan dipahami sebagai cara respon yang dipelajari atau dibiasakan dimana melaluinya individu melakukan pendekatan dan melakukan pengambilan keputusan ( Bruce & Scott, 1999). Batasan yang  lain menyatakan bahwa gaya pengambilan keputusan adalah cara-cara unik yang dilakukan seseorang di dalam membuat keputusan-keputusan penting dalam hidupnya (Harren, 1980). Dalam penjelasan berikutnya, Harren (1980)  juga menyatakan bahwa tanpa memperhatikan keputusan-keputusan yang dibuatnya, tiap-tiap orang mempunyai cara unik untuk mengambil keputusan. Harren, dkk. (1978) membedakan pengambilan keputusan ke dalam dua (2) gaya pengambilan keputusan yang berseberangan yaitu gaya rasional dan intuitif. Penggolongan dua gaya ini di dasarkan atas:
a. Tingkat individu dalam menggunakan strategi pengambilan keputusan yang bersifat logis berlawanan dengan strategi pengambilan keputusan yang bersifat emosional.
b. Cara individu dalam mengolah dan menanggapi informasi serta melakukan evaluasi dalam situasi pengambilan keputusan.

6.  Gaya Pengambilan Keputusan dan Tipe Kepribadian
Salah satu fakta menunjukkan bahwa tidak semua individu melakukan pendekatan yang sama dalam mengambil keputusan. Antar individu mempunyai langkah maupun sudut pandang yang beragam dalam menentukan suatu
keputusan dalam hidupnya. Pada penjelasan yang lebih lanjut, dinyatakan bahwa ada gaya yang berbeda-beda di dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh individu (Brigham Young University, 1999). Gaya pengambilan
keputusan didefinisikan sebagai cara unik seseorang membuat keputusan-keputusan dalam hidupnya (Harren, 1980). Harren, dkk. (1978) mempercayai bahwa tanpa memperhatikan keputusan-keputusan yang dibuat, tiap orang mempunyai cara unik untuk mengambil keputusan. Gaya pengambilan keputusan juga dipahami sebagai cara respon yang
dipelajari atau dibiasakan. Melalui hal ini individu melakukan pendekatan dan mengambil keputusan (Bruce dan Scott, 1999). Tidak ada satupun cara terbaik  yang dapat berlaku bagi semua orang. Tiap-tiap orang belajar mengandalkan suatu cara terbaik yang berlaku atas dirinya sesuai dengan pengalamannya (Harren, 1980). Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat ditarik suatu pengertian, bahwa gaya pengambilan keputusan bersifat melekat pada kondisi seseorang. Gaya pengambilan keputusan dipelajari  dan dibiasakan oleh individu dalam kehidupannya, sehingga menjadi bagian dan miliknya serta menjadi pola respon saat individu menghadapi situasi pengambilan keputusan. Gaya pengambilan keputusan juga menjadi ciri atau bagian unik dari individu (Phillips, dkk. 1984).
LATIHAN:
Untuk memantapkan pemahaman Anda atas materi  kreativitas dan pengambilan keputusan, coba Anda kerjakan latihan berikut:
1) Jelaskan mengenai dua hal yang dapat  mendukung proses berfikir kreatif yang mampu menyelesaikan beragam masalah?
2) Sebutkan proses-proses untuk menjadi kreatif?
3) Jelaskan secara singkat proses pengambilan keputusan
4) Sebutkan faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan?
5) Benarkah pengambilan keputusan yang  tepat dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di llingkungan organisasi pendidikan, diskusi dengan kelompok anda?

KESIMPULAN
Gaya pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai cara-cara unik yang dilakukan oleh seseorang dalam membuat keputusan-keputusan penting dalam hidupnya. Pengambilan keputusan dilakukan karena adanya alternatif yang dihadapi individu (terutama pemecahan masalah) dan pilihan yang diambil individu terhadap alternatif yang ada. Proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh aspek internal dan aspek  eksternal dari individu yang bersangkutan. Pengawas sebagai  problem solver yang menjalankan fungsi yang kompleks sehingga harus memiliki kreativitas dalam memecahkan masalah dan mengembangkan alternatif penyelesaiannya. Gaya pengambilan keputusan  bersifat melekat pada kondisi seseorang. 
 Gaya pengambilan keputusan dipelajari dan dibiasakan oleh individu dalam kehidupannya, sehingga menjadi bagian dan miliknya serta menjadi pola respon saat individu menghadapi situasi pengambilan keputusan. 

0 comments:

Post a Comment

MISI AL MUJADALAH

ALMUJADALAH BERJUANG DENGAN BERMUJADALAH

MISI AL MUJADALAH 2

BERMUJADALAH BIL IKHSAN

MISI AL MUJADALAH 3

ud'uu fii sabiiliRobbika
bil Mujadalah

MISI AL MUJADALAH 4

DENGAN BERMUJADALAH AL MUUJADALAH BERJUANG