Profesi apa pun yang dipilih seseorang pasti menuntut
tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Demikian pula dengan
profesi Pengawas Pendidikan. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
12 Tahun2007 Tentang Standar Kompetensi Sekolah/madrasah dinyatakan bahwa
seorang pengawas satuan pendidikan memiliki tugas
(1) melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dan (2) meningkatkan kualitas proses belajar mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bim- bingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
(1) melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dan (2) meningkatkan kualitas proses belajar mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bim- bingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Dari uraian tugas tersebut jelas bahwa untuk mencapai
tujuan yang diharapkan, para pengawas satuan pendidikan harus memiliki
kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain (dalam hal ini kepala sekolah,
guru, dan staf sekolah) dan mampu memotivasi mereka untuk terus maju dan
berubah ke arah lebih baik.
Akan tetapi, berhubungan dengan orang lain dan mendorong
mereka untuk berubah bukanlah sesuatu yang mudah. Pernahkan kita merenungkan,
mengapa seseorang memberikan respons yang berbeda dengan orang lain padahal
kita menyatakan hal yang sama dan dengan cara yang sama pula kepada mereka? Alasan
yang paling mendasar adalah bahwa tiap manusia memiliki tipe kepribadian yang
berbeda, dan setiap tipe kepribadian memiliki prioritas yang berbeda pula, baik
dalam bertindak, berinteraksi, maupun bereaksi terhadap orang lain. Karena
adanya perbedaan inilah, maka para pengawas satuan pendidikan perlu memiliki
bekal untuk mengenali berbagai karakteristik kepribadian, baik karakteristik
kepribadian dirinya sendiri maupun orang lain, sehingga bisa menjalin hubungan
dengan baik untuk bisa mencapai tujuan yang diharapkan.
A. Tipe-tipe Kepribadian
Menurut William Marston, tipe kepribadian
seseorang dapat diketahui berdasarkan observasi terhadap pola perilaku yang ditampilkannya. Tipe kepribadian
tersebut terdiri atas tipe dominant, inspiring, supportive, dan cautious.
Tiap tipe kepribadian tersebut
menggambarkan paduan dari dimensi gaya hubungan dengan orang lain, yaitu
peramah (outgoing) atau pendiam (reserved) dan dimensi prioritas,
yaitu berorientasi terhadap tugas (task-oriented) atau berorientasi
terhadap orang (people-oriented). Hal ini divisualisasikan dalam gambar
2.1. di bawah ini:
OUTGOING
|
|||
TASK
ORIENTED
|
D
|
I
|
PEOPLE ORIENTED
|
C
|
S
|
||
RESERVED
|
|||
Gambar 2.1. Paduan Gaya Hubungan yang Menunjukkan Tipe Kepribadian
§ Tipe D (Dominant) merupakan perpaduan Outgoing dan
Task-oriented.
§ Tipe I (Inspiring) merupakan perpaduan Outgoing dan
People-oriented
§ Tipe S (Supportive) merupakan perpaduan Reserved dan
People-oriented
§ Tipe C (Cautious) merupakan perpaduan Reserved dan Task-oriented
Rincian karakteristik dari tiap-tiap tipe
kepribadian tersebut adalah sebagai berikut:
A.
TIPE “DOMINANT”
|
|
Kata-kata penjelas
|
Dominan (dominant),
pengatur (direct), penuntut/banyak permintaan (demanding),
tegas (decisive), tekun (determined), pelaku (doer)
|
Mind-set
|
Lakukan!
Wujudkan! Raih kemenangan! Hasil!
|
Hal yang disukai
|
Kegiatan,
Kompetisi, Kerja keras, Melakukan sesuatu, Tantangan, Mendapatkan hasil,
Menjadi pimpinan, Menyelesaikan tugas-tugas
|
Mereka adalah orang yang
|
Goal-oriented,
tidak mudah puas, percaya diri, tabah, tekun, menyadari pentingnya prestasi
|
Dimotivasi oleh
|
Tantangan,
pilihan, pengendalian
|
Lingkungan yang dibutuhkan
|
Kebebasan,
kewenangan, kegiatan yang bervariasi, kesempatan berkembang
|
Gaya komunikasi
|
Komunikasi lugas/terus
terang
|
Kelemahan
|
Kurang sensitif
terhadap orang lain, kurang bisa santai, kurang sabar.
|
B.
TIPE “INSPIRING”
|
|
Kata-kata penjelas
|
Bersemangat (inspiring),
berpengaruh (influencing), penting (important), interaktif (interactive),
mengesankan (impressive), berminat pada hubungan dengan orang lain (interrested
in people)
|
Mind-set
|
Jadi bintang
pertunjukan; bersenang-senang dan
gembira!
|
Hal yang disukai
|
Mempengaruhi
orang lain, rencana jangka pendek, membuat orang tertawa, melakukan banyak
hal/kegiatan, berbincang-bincang dengan orang lain, prestise, dipandang
penting.
|
Mereka adalah orang yang
|
Banyak bicara,
pandai memulai hubungan, menyenangkan, cenderung membesar-besarkan, mudah
gembira, senang menonton.
|
Dimotivasi oleh
|
Penghargaan, persetujuan,
popularitas
|
Lingkungan yang dibutuhkan
|
Prestise,
hubungan persahabatan, kesempatan untuk mempengaruhi orang lain, Kesempatan
untuk mengilhami orang lain, kesempatan untuk mengemukakan ide.
|
Gaya komunikasi
|
Bersahabat dan
komunikasi informal
|
Kelemahan
|
Kurang bisa
mengelola waktu, kurang realistis, kurang mendengarkan orang lain, kurang
memperhatikan penyelesaian tugas
|
C.
TIPE “SUPPORTIVE”
|
|
Kata-kata penjelas
|
Pendukung (supportive),
kokoh (steady), tabah/teguh hati (stable), ramah (sweet),
peka (sensitive), sentimentil (sentimental)
|
Mind-set
|
Netral.
Bergaullah dengan semua orang. Tidak ada konflik.
|
Hal yang disukai
|
Perdamaian,
harmoni, ketenteraman hati, kelompok persahabatan, kerja tim, menolong orang
lain, kerjasama.
|
Mereka adalah orang yang
|
Beorientasi
kelompok (team-oriented), bersahabat, kooperatif, teman setia, peka
terhadap kebutuhan orang lain, mau memahami dan menerima orang lain
|
Dimotivasi oleh
|
Keamanan,
penghargaan, kepastian/jaminan (Assurance)
|
Lingkungan yang dibutuhkan
|
Wilayah khusus
(specialization), identifikasi dengan kelompok, pola kerja yang mapan,
situasi yang stabil, lingkungan yang konsisten
|
Gaya komunikasi
|
Komunikasi yag
hangat, terbuka, tulus.
|
Kelemahan
|
Sulit bila
harus menghadapi perubahan, tidak mampu mengatakan “Tidak”, sulit bertindak
bebas/independen
|
D.
TIPE “CAUTIOUS”
|
|
Kata-kata penjelas
|
Hati-hati (cautious),
penuh perhitungan (calculating), mampu (competent), konsisten (consistent),
pemikir (contemplative), teliti (careful)
|
Mind-set
|
Kerjakan
sesuatu dengan benar dan sempurna. Apa rencananya? Sudahkah mempertimbangkan
segala sesuatunya? Apa tujuan sesungguhnya? Mengapa?
|
Hal yang disukai
|
Konsistensi,
kerja hebat, mengerjakan dengan tepat, informasi/data, nilai (value),
kualitas, segala sesuatu berjalan dengan benar, ada perencanaan, prosedur,
kejujuran.
|
Mereka adalah orang yang
|
Berorientasi
pada prosedur (procedure-oriented), mengabdikan diri pada tugas,
terfokus pada detail, logis, akurat, menaruh rasa hormat (respectful)
|
Dimotivasi oleh
|
Jawaban berkualitas,
keunggulan, nilai (value)
|
Lingkungan yang dibutuhkan
|
Tugas yang
ditentukan dengan jelas, sumber daya dan waktu yang cukup untuk menyelesaikan
tugas, bebas untuk mengajukan pertanyaan, resiko terbatas, tugas yang
membutuhkan perencanaan dan ketepatan
|
Gaya komunikasi
|
Komunikasi yang
logis, tepat, dan detail.
|
Kelemahan
|
Analisis
berlebihan (over-analizyng), kurang mampu menepati deadline,
perfeksionis, kurang mampu mengekspresikan perasaan, kurang memperhatikan
pentingnya perasaan orang lain.
|
B. Cara Membina Hubungan Yang Lebih Baik
Bila sudah mengenali tipe kepribadian diri
sendiri, kita bisa mencoba untuk
mengenali tipe kepribadian para kepala sekolah, guru, dan staf sekolah lainnya.
Dengan demikian, kita akan bisa menentukan bagaimana cara berinteraksi yang
lebih baik dengan mereka. Hal ini akan memudahkan kita dalam menjalankan tugas
sebagai pengawas satuan pendidikan. Agar mudah dalam berinteraksi dengan para
kepala sekolah, guru, dan staf sekolah lainnya, marilah kita pahami Pedoman untuk
menjalin hubungan yang lebih baik berdasarkan tipe kepribadian orang yang
berinteraksi.
Pedoman Untuk Membina Hubungan
Yang Lebih Baik
A. TIPE “DOMINANT”
|
|
Berhubungan dengan orang
yang memiliki tipe
|
Keuntungan, Kesulitan, dan
Strategi Hubungan
|
Dominant
(D)
|
Keuntungan :
Cita-cita, kebanggaan, dan
keinginan untuk mencapai tujuan akan menjadi sangat positif dan saling
menguatkan
|
Kesulitan :
Kekuatan untuk saling bersaing
merupakan tantangan yang sangat besar. Kita maupun orang ini sama-sama tidak
mau mundur atau menyerah atau berkompromi.
|
|
Strategi :
Jangan memaksakan persoalan.
Biarkan orang ini memiliki beberapa pilihan, pengendalian, dan kewenangan.
Jangan beradu argumen atau memberikan ultimatum. Arahkan pada pekerjaan (business)
|
|
Inspiring
(I)
|
Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini adalah
orang-orang yang bergerak cepat. Orang ini ingin menyenangkan kita dan
mengikuti kepemimpinan kita.
|
Kesulitan :
Kita yang terfokus pada
penyelesaian tugas bisa bertentangan dengan orang ini, yang ingin bersenang-senang
dan berprinsip “biarkan hidup berjalan apa adanya”. Orang ini tidak mampu
mendukung kita dalam penyelesaian tugas. Orang ini lebih terfokus pada orang
daripada tugas.
|
|
Jakarta Time
0 comments:
Post a Comment